Pengkajian Fasilitas Jembatan Timbang Baru Sebagai Fasilitas Tambahan Untuk Meminimalisasi Antrian Pada Loading & Unloading di Pelabuhan Cigading, Banten

 

Sejalan dengan mulai terlihatnya keseimbangan pertumbuhan ekonomi disegala bidang yang mulai dirasakan oleh seluruh sektor industri pasca terjadinya krisis keuangan yang melanda Indonesia pada tahun-tahun belakangan ini, merupakan sebuah kegembiraan bagi dunia usaha di Indonesia terutama bagi sektor usaha besar yang langsung merasakan dampak krisis keuangan tersebut. Sentimen positip bagi dunia usaha ini merupakan hal yang sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dimasa yang akan datang terutama dalam meningkatkan persaingan dengan negara-negara lain untuk memasuki era pasar bebas.

Indonesia yang memiliki geografis dikelilingi oleh dua samudera memiliki kesempatan yang sangat besar dalam bisnis kepelabuhanan karena sudah tidak dapat dielakkan lagi bahwa setiap bisnis lintas negara akan melalui pelabuhan-pelabuhan terutama dalam kegiatan ekspor-impor yang semakin meningkat seiring meningkatnya perekonomian Indonesia.

PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) sebagai salah satu anak perusahaan PT. Krakatau Steel yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga merasakan dampak semakin baiknya perekonomian Indonesia sehingga menjadikan momen yang penting ini untuk lebih mengembangkan usahanya dengan tujuan mendapatkan kesempatan yang baik dalam setiap usahanya. PT. KBS yang juga merupakan salah satu pelabuhan laut yang mengkhususkan pada barang curah (bulk cargo) menunjukkan kegiatan yang meningkat seiring meningkatnya frekuensi kegiatan ekspor-impor di Indonesia. Sudah menjadi hal yang sangat wajar bila PT. KBS harus segera menaikkan pelayanan kepelabuhanannya kepada pelanggan. Salah satu bentuk dari pelayanan kepelabuhan PT. KBS adalah pelayanan kegiatan bongkar-muat (loading/unloading) yang salah satunya kegiatannya meliputi penimbangan truk yang akan atau sudah melakukan bongkar muat dari dermaga di PT. KBS. Dari kegiatan ini, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh PT. KBS yaitu timbulnya antrian (queue) di beberapa titik pusat kegiatan tersebut. Antrian terjadi diduga timbul karena ketidakseimbangan fasilitas jembatan timbang dengan aktifitas inti dari kegiatan bongkar muat tersebut. Sehingga perlu di evaluasi jumlah jembatan timbang yang diperlukan sehingga antrian akan lebih kecil.

Untuk mengevaluasi jumlah jembatan timbang yang diperlukan dengan memperhatikan variabel waktu antar kedatangan truk, jumlah truk serta kapasitas muatan kapal yang akan bongkar maka dilakukan simulasi komputer dengan software ARENA.

Berdasarkan hasil simulasi komputer dengan memperhatikan variabel-variabel tersebut di atas maka diperoleh jumlah jembatan timbang ideal yang diperlukan adalah 3 unit, sementara pada saat ini hanya ada 2 buah jembatan timbang. dengan menggunakan jembatan timbang 3 buah maka waktu antri dapat dikurangi dari rata-rata 12 menit menjadi rata-rata 3 menit sementara tingkat utilisasi timbangan cukup tinggi yaitu 0.9.

 

sumber : Disusun oleh Alumni TI sbb:

 

Nama : Thomas Marcello

NRP : 0500041

Tahun Lulus : 6 Des 2004

Dosen Pembimbing 1 : Didit Damur Rochman, M.T.

Dosen Pembimbing 2 : Didi Teguh Pribadi, M.T.

Pekerjaan Sekarang:

– untuk mendapatkan full skripsi diatas harap menghubungi sekretariat TI Widyatama di Jl. Cikutra No. 204A Bandung atau melalui email ti@widyatama.ac.id

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s